Laman

Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat Datang di Blogku,
Terimakasih atas kunjungannya, Insya Allah bermanfaat, smoga slalu sehat dan sukses...Amin YRA.

Selasa, 31 Juli 2012

11 Peristiwa besar terjadi di bulan Ramadan

Nabi Muhammad SAW dan para pejuang Islam telah memberi contoh dan teladan bahwa orang-orang yang beriman dan sedang menjalankan puasa Ramadan telah mengukir sejarah. Tidak kurang dari 11 peristiwa besar terjadi di bulan Ramadan.

Pertama, perang Badar. Peristiwa itu terjadi pada 2 Ramadan tahun ke 2 H. Tentara Islam yang dipimpin Muhammad SAW dengan kekuatan 313 orang berhadapan tentara kaum musyrik sebanyak 1,000 orang, yang dimenangkan pasukan Islam. Peristiwa itu memberi pengaruh besar kepada eksistensi Islam yang baru berkembang.

Kedua, penaklukan Makkah pada 10 Ramadan tahun ke 8 H. Peristiwa itu didahului perjanjian Hudaibiyah pada 6 hijrah. Fathu Makkah atau penaklukan Makkah terjadi ketika Muhammad SAW beserta 10.000 pasukannya memasuki Makkah. Penaklukan Mekah itu dilakukan secara damai.

Ketiga, penghancuran patung-patung berhala sekitar 360 oleh Khalid bin Walid setelah Makkah ditaklukkan 10 Ramadan tahun ke 8 H.

Keempat, Alquran diturunkan di bulan Ramadan. Peristiwa itu terjadi pada lailatul qadar (malam kemuliaan) sekitar 23 Ramadan tahun ke 9 H. Ayat Alquran yang pertama diturunkan berisi lima ayat, yang dimulai dengan perintah membaca 'iqra' (bacalah).

Kelima, penaklukan kota Thaif pada bulan Ramadan tahun ke 9 hijrah, setelah tentara Islam mengepung kota itu beberapa waktu lamanya. Kota Thaif memiliki sejarah menarik karena penduduknya pernah mengusir Muhammad SAW ketika berdakwah di kota itu.

Keenam, pengislaman masyarakat Yaman pada bulan Ramadan tahun ke-10 H. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW mengutus Ali bin Abi Thalib membawa surat ke penduduk Yaman khususnya ke suku Hamdan. Dalam periode satu hari, mereka semua memeluk Islam.

Ketujuh, perang Tabuk tahun ke 9 H. Peristiwa ini disebut perang besar karena dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW. Menurut Muhammad Said Ramadhan Al Buthy dalam bukunya "Sirah Nabawiyah", bahwa kaum muslim mendapat berita dari para pedagang yang kembali dari negeri Syam (sekarang Lebanon, Suriah dan Yordania), jika orang-orang Romawi telah menghimpun kekuatan besar sebanyak 40.000 pasukan dengan dukungan Arab Nasrani dari suku Lakham, Judzam dan lainnya yang berada di bawah kekuasaan Romawi untuk menyerang kaum muslim.

Nabi Muhammad SAW kemudian memobilisir kekuatan Islam sekitar 30.000 orang, tapi banyak dari golongan munafik yang berkhianat dan tidak mau berperang karena saat itu udara sangat panas.

Disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 81, "Diantara mereka ada orang yang berkata: "Berikanlah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah. Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir".

Sesampainya Nabi Muhammad SAW dan pasukannya di Tabuk, pasukan Romawi sudah mundur. Kemudian Yohanna, Gubernur Ailah datang menghadap kepada Nabi SAW dan meminta dilakukan perjanjian damai dengan kesiapan dari pihaknya untuk membayar jizyah (pampasan perang). Permintaan damai itu disetujui dan kemudian ditandatangani surat perjanjian damai.

Kedelapan, penaklukan Andalusia, Spanyol pada 28 Ramadan tahun ke 92 H. Sejarah mencatat Tarik bin Ziyad, panglima perang tangguh dan ahli strategi, yang memimpin pasukan Islam menyeberangi selat Gibraltar.

Setelah pasukannya yang berkekuatan 7.000 orang tiba di pantai daratan Eropa, Tarik bin Ziyad memerintahkan anak buahnya untuk membakar semua armada kapal yang mereka miliki, kemudian ia berpidato didepan pasukannya, "Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa".

"Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah SWT, satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan. Musuh dengan jumlah pasukan yang besar dan persenjataan yang lengkap telah siap menyongsong kalian. Sementara senjata kalian hanyalah pedang. Kalian akan terbantu jika kalian berhasil merebut senjata dan perlengkapan musuh kalian. Karena itu, secepatnya kalian harus bisa melumpuhkan mereka. Sebab kalau tidak, kalian akan menemukan kesulitan besar. Itulah sebabnya kalian harus lebih dahulu menyerang mereka agar kekuatan mereka lumpuh. Dengan demikian semangat juang kita akan bangkit.

Musuh kalian itu sudah bertekad bulat akan mempertahankan negeri mereka sampai titik darah penghabisan. Kenapa kita juga tidak bertekad bulat menyerang mereka hingga mati syahid? Saya sama sekali tidak bermaksud menakut-nakuti kalian. Tetapi marilah kita galang rasa saling percaya di antara kita dan kita galang keberanian yang merupakan salah satu modal utama perjuangan kita."


Pidato panglima perang Islam telah membakar semangat pasukannya, sehingga berani melakukan serangan awal. Serangan yang dilakukan pasukan Islam menyebabkan pasukan lawan kocar-kacir, dan akhirnya Tarik bin Ziyad berhasil membunuh raja Roderik, yang kemudian melemah perlawanan pasukannya dan akhirnya Andalusia, Spanyol ditaklukkan.

Kesembilan, penaklukan Portugal melalui perang Zallaqah pada tahun 459 H, dan juga terjadi pada bulan Ramadan.

Kesepuluh, pasukan Islam mengalahkan tentara Mongol, terjadi pada 15 Ramadan tahun 658 H. Peristiwa ini terjadi pada masa Dinasti Mamluk.

Kesebelas, pasukan Islam dari dinasti Ottoman mengalahkan tentara Rusia, pada 15 Ramadan tahun 1294 H.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar